Berwisata di Aceh Jalur Udara: Berikut Jadwal Bis Damri dari Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh

Wisatalombok.id, Tempat Nongkrong — Aceh merupakan provinsi di ujung Utara Pulau Sumatera yang cukup religius. Tempat ini semakin dikenal semenjak adanya peristiwa Tsunami besar pada tahun 2004 lalu. Museum Tsunami menjadi tempat wisata yang menampilkan gambaran peristiwa tersebut dan selalu ramai dikunjungi wisatawan, baik lokal maupun dari luar wilayah.

Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda menjadi tempat keluar-masuknya wisatawan, yang pasti membutuhkan transportasi untuk berkeliling Aceh. Jadi, berikut jadwal bis Damri dari Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh.

Jadwal Bis Damri dari Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh

Jadwal Bis Damri dari Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh
Jadwal Bis Damri dari Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh

Bis Damri merupakan salah satu alat transportasi yang tersedia di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh. Transportasi umum berbentuk bis ini merupakan keluaran BUMN yang bertujuan menunjang kesejahteraan masyarakat dengan tarif yang terjangkau.

5 bis Damri tersedia di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda yang khusus dihadirkan untuk melayani para wisatawan ataupun warga lokal. Jam operasionalnya sendiri dimulai dari pukul 6 pagi sampai 5 sore. Jadi, jika anda memiliki jadwal kedatangan di luar jam operasional tersebut tidak bisa menggunakannya.

Baca Juga:   10 Tempat Nongkrong Wifi Gratis di Lampung, Nongkrong Seru dan Asik Lho!

Rutenya dari Bandara Sultan Iskandar Muda menuju ke Banda atau tengah kota Aceh dan berhenti di Masjid Baiturrahman. Rute sebaliknya juga tersedia, dengan titik akses dari Masjid Baiturrahman ke Bandara Sultan Iskandar Muda, dengan tarif yang sama yaitu per orang Rp. 20.000 dengan durasi waktu antara 30 – 45 menit.

Bis Damri ini kerap kali melakukan pemberangkatan menyesuaikan jumlah penumpang, jika sudah penuh akan segera berangkat. Pemberangkatannya pun menyesuaikan dengan jam kedatangan pesawat.

Wisata Populer Wajib Dikunjungi di Aceh

  1. Museum Tsunami
Museum Tsunami
Museum Tsunami

Museum ini menggambarkan kenangan pilu Tsunami dahsyat 2004 lalu. Di museum tersebut ada spot menarik seperti lorong tsunami, jembatan harapan, sumur doa, lorong cerobong, dan ruang kenangan.

  • Masjid Baiturrahman
Masjid Baiturrahman
Masjid Baiturrahman

Kedua, wisata yang wajib anda kunjungi jika datang ke Aceh adalah Masjid Baiturrahman yang menjadi saksi bisu tragedi Tsunami. Masjid ini masih berdiri kokoh ketika Tsunami datang.

  • Rumah Cut Nyak Dien
Rumah Cut Nyak Dien
Rumah Cut Nyak Dien

Berikutnya, masih dalam konteks wisata bersejarah, ada rumah Cut Nyak Dien yang merupakan salah satu pahlawan wanita Indonesia yang berjuang melawan penjajahan di Aceh. Rumah Cut Nyak Dien ini bukan merupakan rumah asli, melainkan replika yang dibuat semirip mungkin karena rumah asli Cut Nyak Dien dibakar oleh tentara Belanda pada tahun 1896 silam.

  • Kapal Apung PLTD di Plunge Blang Cut
Baca Juga:   10 Tempat Nongkrong Outdoor Medan Ini, Sangat Nge-Hits!
Kapal Apung PLTD di Plunge Blang Cut
Kapal Apung PLTD di Plunge Blang Cut

Lagi, ada wisata bersejarah yang menjadi saksi bisu selain Masjid Baiturrahman, yakni Kapal Apung PLTD. Kapal ini dulunya sedang berlayar saat terjadi peristiwa Tsunami 2004, dan terseret ke daratan menjadi saksi kedahsyatan Tsunami waktu itu.

  • Taman Nasional Gunung Leuser
Taman Nasional Gunung Leuser
Taman Nasional Gunung Leuser

Nah, berikutnya ada objek wisata untuk anda yang suka berbaur dengan alam. Ada Taman Nasional Gunung Leuser yang merupakan Taman Nasional dengan cakupan wilayah Aceh dan Sumatera Utara. Di dalamnya ada ekosistem dari pantai hingga pegunungan asli wilayahnya.

Jadi, apabila anda berkunjung ke Aceh untuk berwisata, dan datang dengan jalur udara, anda bisa menggunakan layanan transportasi Damri dengan tarif yang terjangkau. Itu dia informasi mengenai jadwal bis Damri dari Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan komentar